Wednesday, September 18, 2013

Tanjung Papuma, Pasir Putihnya Jember

Pantai Tanjung Papuma, Jember
Awal bulan yang lalu, saya berkunjung ke kota Jember. Ini merupakan kali kedua saya menyambangi kota yang berada di ujung tenggara pulau Jawa ini. Pada perjalanan kali ini, saya merasa penasaran dengan salah satu ikon pariwisata kota Jember yakni Pantai Tanjung Papuma.

Sempat penasaran juga, kenapa nama pantainya Papuma. Nama atau istilah yang bagi saya cukup asing di telinga. Setelah mencari tahu, rupanya nama Papuma merupakan akronim atau kependekan dari Pasir Putih Malikan. Hmmm,,,,, begitu rupanya. sayapun semakin bersemangat ingin membuktikan seputih apa hamparan pasir yang akan saya temui nanti.

Perjalanan pun di mulai, subuh kami meluncur ke kota Jember. Setelah menempuh kurang lebih 5 jam perjalanan, kami sampai di kota Jember. Sepanjang perjalanan saya mencari literatur tentang tempat tujuan kami, pantai Papuma. Berbekal pengetahuan yang minim dan rasa penasaran yang besar karena saya cukup sering mendengar nama pantai itu serta gosip-gosip mengenai keindahannya, kamipun bergegas menuju lokasi.

Dari informasi yang saya dapatkan, pantai Tanjung Papuma berada di antara kecamatan Ambulu dan Wuluhan. Merasa belum cukup dengan informasi tersebut saya memberanikan diri bertanya pada warga, cara terbaik menuju lokasi. akhirnya kamipun memilih jalur yang melewati perempatan Mangli. Dari titik ini, kami bergerak ke arah selatan melalui jalan raya Ambulu. Dan sekitar satu jam kemudian, kami sampai di lokasi. Rasanya tidak sulit untuk menemukan tempat ini, karena kami menemui cukup banyak petunjuk jalan yang bisa mengarahkan kami.

Begitu memasuki kawasan wisata, mulut saya tak hentinya mengucap kata "waow". Sungguh indah sajian pemandangan di hadapan mata saya. Hamparan hutan Jati yang meranggas daunnya di tengah musim kemarau,cukup membuat saya terpukau. Saya sering menemui hutan jati yang sedang meranggas, tapi  jujur saja belum ada yang seindah ini.

Hamparan hutan jati meranggas di sepanjang jalan menuju pantai



Setelah puas menikmati pemandangan hutan jati, tiba juga kami di loket masuk kawasan wisata Tanjung Papuma. Cukup dengan tiket 10 ribu saja, kita sudah bisa menikmati keindahan pantai sepuasnya.

Pintu masuk kawasan wisata
Tempat parkir dan fasilitas lainnya
Sayangnya, dilarang berenang di pantai ini

Dan saya pun tak sabar membayar rasa penasaran saya. Benar saja, tepat di depan saya, terhampar pemandangan pantai nan indah dengan hamparan pasir berwarna putih nan lembut. Rasa lelah setelah perjalanan panjang serta penasaran yang membuncah terbayar sudah. Puas rasanya menikmati keindahan alam ciptaan Tuhan ini.


Sayang sekali saya tak cukup punya waktu banyak untuk menikmati indahnya pantai ini. Tapi setidaknya pengalaman yang saya dapatkan dari perjalanan kali ini tidak akan saya lupakan.

1 comment:

  1. izin untuk pakai foto dilaran mandinya untuk tesis bole?

    ReplyDelete