Saturday, June 29, 2013

Menjejakkan Kaki di Sabang, Pulau Paling Barat Indonesia

Setelah sempat beberapa kali tertunda, akhirnya saya bisa juga menginjakkan kaki di ujung terbarat negara kita. Ya, anda pasti tahu kota Sabang. Kota yang berada di pulau Weh, pulau yang terletak di barat laut provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Mungkin diantara anda pernah mendengar rumor tentang keindahan pulau tersebut, maka pada tulisan kali ini saya akan membayar sedikit rasa penasaran anda.
Pelabuhan Ule Lheue, dan Pulau Weh, tampak dari kejauhan
Untuk mencapai kota sabang, terlebuh dahulu kita harus singgah di Provinsi Aceh, karena (sayangnya) belum ada sarana transportasi yang memadai seperti bandara atau pelabuhan internasional di Pulau tersebut. Jika anda sudah berada di provinsi Aceh, anda harus menuju pelabuhan Ule Lheue agar dapat menyeberang ke Pulau Weh. Pelabuhan ini terletak tidak jauh dari Kota Banda Aceh, hanya sekitar 3 km ke arah barat laut. Alat transportasi yang paling mudah dijumpai di kota ini adalah Betor, alias Becak Motor. Untuk satu betor bisa mengangkut antara dua sampai tiga orang sekaligus.

Nah, jika anda sudah sampai di pelabuhan Ule Lheue, jangan kaget melihat deretan mobil yang terparkir mengantri untuk dapat menyeberang, karena (sangat disayangkan) hanya ada sekali penyeberangan PP tiap harinya. dan kebanyakan dari mereka harus mengantri sejak pagi subuh jika tidak mau "gagal menyeberang".
tapi jangan khawatir, jika anda tidak membawa kendaraan pribadi, ada alternatif transportasi yakni kapal cepat. Dengan kapal cepat ini, anda bisa menghemat waktu penyeberangan, fasilitas yang lebih memadai dan kenyamanan yang tentunya tidak anda dapati di kapal besar. Namun tentunya, harga tiketnyapun berbeda.
Pada kesempatan kali ini, kami menggunakan kapal besar dengan waktu tempuh sekitar 45 menit. 45 menit yang terasa lama, karena tingginya ombak membuat saya hampir tak kuasa menahan pusing. Namun semua itu segera terbayar, ketika dari kejauhan sudah tampak deretan bukit dan pepohonan yang masih sangat alami. Dan ketika sampai di pelabuhan sabang, kamipun disambut oleh puluhan supir angkutan yang siap menawarkan jasanya.
Pelabuhan Bebas sabang
Para pengemudi angkutan sedang menawarkan jasanya
Perjalanan lalu kami lanjutkan ke destinasi pertama. Karena ketidaktahuan, saya pun menurut saja pada Wawan, teman dari aceh yang kebetulan sudah sering mengunjungi pulau ini. Kamipun segera meluncur ke pesisir utara pulau, yang konon katanya ada benteng peninggalan penjajah Belanda di sana. Dan... perjalanan pun dimulai.



Perjalanan hari ini kami akhiri ketika hari sudah menjelang senja. Waktunya mencari penginapan. Setelah cukup lama berkeliling kota sabang dan sempat ditolak karena kamar penuh, akhirnya kami berhasil juga menemukan penginapan yang cukup nyaman. Nama hotelnya Nagoya Hill (seperti nama tempat di Pulau Batam). Letaknya tidak jauh dari pusat kuliner Kota Sabang, agak menanjak sedikit.

Besoknya, kami melanjutkan perjalanan ke tempat paling ujung Indonesia, yakni kawasan wisata tugu nol kilometer. Untuk mencapai lokasi, kami harus melewati jalanan sepi, kanan kiri hutan dan makin lama makin menyempit. Tapi untungnya, jalan yang kami lalui kondisi jalanannya cukup mudah dilalui. Di Tugu nol kilometer, terdapat kawanan kera liar yang cukup agresif. Jadi anda harus berhati-hati ketika mendekati mereka.
Tugu nol km
Kera-kera di kawasan Tugu nol km
Setelah puas melihat-lihat, kami lalu melanjutkan perjalanan ke panta Iboh. Pantai ini ternyata menjadi tujuan utama wisatawan dari mancanegara. Di tempat ini, pengunjung dapan menyewa vila-vila unik yang langsung menghadap pantai, menyeberang ke sebuah pulau kecil, sekedar berenang di pinggiran pantai, diving bahkan memancing. Berikut ini beberapa foto obyek wisata Pantai Iboih.








Di sini, air lautnya sangat jernih, sehingga anda dapat melihat hampir semua makhluk yang ada di dalamnya. Bermagai macam terumbu tumbuh subur tanpa gangguan, bahkan hingga ke tepian pantaipun anda dapat menikmati keindahannya. Warna warni terumbu karang yang dikelilingi ikan-ikan cantik yang biasanya hanya bisa temui di kedalaman laut, di sini anda bisa menikmatinya, bahkan di tepian pantai tepat di bawah kaki anda.

Demikian ulasan perjalanan saya kali ini, semoga bermanfaat... ;)

"Jangan dulu berpikir untuk ke negeri orang sebelum selesai kau jelajahi negerimu sendiri"















No comments:

Post a Comment